KUA Bunguran Utara (Humas) --- Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Bunguran Utara kembali menghidupkan syiar Islam melalui pengajian rutin bulanan sebagai wadah penguatan mental dan spiritual masyarakat. Kali ini, Masjid Darul Amin di Desa Kelarik Utara menjadi saksi antusiasme puluhan jamaah yang hadir demi menimba ilmu keagamaan pada Selasa (09/06/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Bunguran Utara, Nur Azizah binti Muhammad Yakub. Ia membawa materi yang sangat lekat dengan dinamika sosial masyarakat, yakni: "Sabar itu Tidak Ada Batasnya – Mengelola Amarah dalam Keseharian".
Meluruskan Mitos: Sabar Itu Samudra Tanpa Tepi
Di hadapan para jamaah yang didominasi oleh ibu-ibu anggota BKMT, Nur Azizah secara lugas meluruskan stereotip keliru yang sering terdengar di masyarakat bahwa kesabaran seseorang memiliki titik jenuh. Menurutnya, Islam memandang sabar sebagai sebuah samudra luas yang tidak memiliki batas akhir.
"Kita sering mendengar keluhan 'sabar itu ada batasnya'. Padahal sejatinya, sabarlah yang tidak bertepi. Ego dan kemampuan manusialah yang kerap kali membatasi kesabaran tersebut," ungkap Nur Azizah secara mendalam.
Ia mengingatkan bahwa ujian hidup akan datang silih berganti. Di sinilah fungsi sabar diuji sebagai benteng keimanan. Menahan diri di kala lapang tentu mudah, namun mempertahankan ketenangan di tengah badai masalah—termasuk saat emosi memuncak—adalah hakikat kesabaran yang sesungguhnya.
Resep Sunnah: Redam Amarah, Rawat Keharmonisan Keluarga
Tak sekadar teori, Nur Azizah juga membagikan panduan praktis berbasis tuntunan sunnah Rasulullah SAW untuk mengendalikan emosi, terutama dalam kehidupan rumah tangga dan bertetangga. Langkah-langkah preventif tersebut di antaranya:
- Mengubah Posisi Tubuh: Jika amarah melanda dalam posisi berdiri, segeralah duduk. Jika belum mereda, ambillah posisi berbaring.
- Membasuh Diri dengan Wudhu: Aliran air wudhu diyakini mampu memadamkan api amarah yang dipantik oleh setan.
- Menjaga Lisan (Diam): Memilih diam jauh lebih menyelamatkan daripada meluapkan kata-kata yang memicu penyesalan di kemudian hari.
"Marah itu manusiawi, tetapi meluapkannya tanpa kendali adalah sebuah kerugian besar. Dengan bijak mengelola amarah, kita sebenarnya sedang merawat keharmonisan keluarga dan lingkungan sekitar kita," tambahnya hangat.
Apresiasi Tinggi dari BKMT
Agenda bulanan ini berjalan interaktif dan khidmat. Ruang diskusi tampak hidup saat beberapa jamaah berkonsultasi mengenai tantangan menjaga kesabaran dalam mendidik anak serta menghadapi problematika rumah tangga.
Ketua BKMT Kecamatan Bunguran Utara menyampaikan apresiasi mendalam atas ulasan materi yang segar dan solutif ini. Kehadiran aktif penyuluh agama di tengah majelis taklim dinilai sangat vital sebagai kompas moral dan spiritual masyarakat hingga ke tingkat desa.
Acara yang berlangsung sejak siang hari tersebut diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Bunguran Utara.