KUA Bunguran Barat (HUMAS) --- Di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan pola kehidupan masyarakat, keteladanan Rasulullah SAW dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam membangun karakter dan akhlak. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Aris Munandar, staf KUA Bunguran Barat, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ijtihad, Desa Mekar Jaya, Senin (24/8).
Kegiatan yang diikuti pengurus masjid dan masyarakat Desa Mekar Jaya tersebut mengangkat pembahasan mengenai perjalanan singkat kehidupan Nabi Muhammad SAW serta bagaimana sifat dan akhlak Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat di era globalisasi.
Dalam ceramahnya, Aris menjelaskan bahwa mengenang Rasulullah tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarah kelahirannya. Lebih dari itu, Maulid menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana Rasulullah membangun kehidupan dengan akhlak yang mulia.
“Kalau kita memperingati Maulid Nabi hanya sebatas mengenang kapan Rasulullah lahir, maka belum selesai tugas kita. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengenal sifat beliau, kemudian menjadikannya sebagai contoh dalam kehidupan kita. Rasulullah mengajarkan kejujuran, amanah, kesabaran dan kasih sayang, dan nilai-nilai itu tetap dibutuhkan sampai hari ini,” ujar Aris.
Ia menilai perkembangan teknologi dan informasi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam menjaga karakter dan perilaku.
“Di era globalisasi, informasi begitu mudah masuk ke rumah kita. Karena itu, yang perlu kita perkuat bukan hanya kemampuan mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga kemampuan menyaringnya dengan akhlak. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita kehilangan adab kepada orang tua, keluarga, tetangga dan sesama,” jelasnya.
Aris juga mengajak jamaah menjadikan akhlakul karimah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan Rasulullah dapat dimulai dari hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati orang lain, menjaga lisan, membantu sesama, serta mampu menahan diri ketika menghadapi perbedaan.
“Akhlak itu bukan hanya sesuatu yang kita bicarakan ketika berada di masjid. Akhlak harus terlihat ketika kita pulang ke rumah, ketika berhadapan dengan keluarga, tetangga, bahkan ketika kita menggunakan media sosial. Di situlah sebenarnya keteladanan Rasulullah diuji dalam kehidupan kita,” tambah Aris.
Melalui peringatan Maulid tersebut, jamaah diharapkan semakin menyadari pentingnya menjadikan akhlakul karimah sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah diharapkan dapat terus ditanamkan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat, khususnya kepada generasi muda.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kehadiran staf KUA Bunguran Barat sebagai pengisi ceramah menjadi bagian dari upaya KUA dalam mendukung pembinaan keagamaan dan penguatan akhlak masyarakat di wilayah kerjanya.