KUA Bunguran Barat (HUMAS) --- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang perjalanan hidup manusia pilihan Allah SWT sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah sebagai pemimpin umat hingga akhir zaman. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Harjono, staf KUA Bunguran Barat, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ihyak, Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut, Senin (24/8).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KUA Pulau Laut beserta staf, unsur pimpinan lintas sektoral, serta jamaah Masjid Al-Ihyak. Ustaz Harjono hadir sebagai pengisi materi ceramah keagamaan dengan mengangkat pembahasan mengenai perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sejak kelahiran hingga menerima wahyu kenabian.
Dalam ceramahnya, Harjono mengajak jamaah melihat kembali kehidupan Rasulullah secara utuh, bukan hanya sebagai sejarah, tetapi sebagai perjalanan seorang manusia pilihan yang kemudian menerima amanah besar untuk menyampaikan risalah Islam.
“Ketika kita memperingati Maulid Nabi, sesungguhnya kita sedang mengingat lahirnya manusia paling mulia yang Allah pilih untuk membawa risalah-Nya. Perjalanan Rasulullah sejak lahir hingga menerima wahyu bukan sekadar cerita sejarah, tetapi penuh dengan pelajaran yang dapat kita jadikan pedoman dalam menjalani kehidupan,” ujar Harjono.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok yang dipersiapkan Allah SWT untuk mengemban tugas kenabian dan menjadi pemimpin umat Islam hingga akhir zaman. Karena itu, mengenal perjalanan hidup Rasulullah menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kecintaan kepada Nabi.
“Semakin kita mengenal perjalanan Rasulullah, semakin kita memahami betapa besar amanah yang beliau emban. Dari kehidupan beliau, kita belajar tentang kesabaran, keteguhan, kejujuran dan bagaimana seorang manusia menjalankan amanah Allah dengan penuh tanggung jawab,” lanjutnya.
Materi kemudian mengulas perjalanan Rasulullah SAW sejak masa kelahiran, kehidupan sebelum kenabian, hingga peristiwa ketika beliau menerima wahyu pertama sebagai awal dimulainya tugas kerasulan.
Kegiatan Maulid Nabi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong umat untuk tidak hanya mengenal sejarah kehidupan beliau, tetapi juga meneladani nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kehadiran staf KUA Bunguran Barat dalam kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan sinergi antar-KUA dalam memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat.