KUA Bunguran Tengah, (HUMAS) – Kantor Urusan Agama Kecamatan Bunguran Tengah menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Langkah ini menjadi bukti transformasi peran KUA yang kini hadir langsung menguatkan sendi ekonomi masyarakat.

Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, menyatakan sertifikat halal adalah instrumen penting untuk meningkatkan daya saing UMKM. “UMKM adalah nadi ekonomi umat di tingkat akar rumput. Dengan sertifikat halal, produk mereka punya nilai tambah, kepercayaan pasar meningkat, dan omzet bertumbuh. Ini pemberdayaan ekonomi yang nyata dari KUA,” tegasnya, Kamis 18 Juni 2026.

Pendampingan Langsung ke Dapur Produksi 

Untuk memastikan program tepat sasaran, Tim Pendamping Proses Produk Halal (P3H) KUA Bunguran Tengah turun langsung ke lapangan. Pola jemput bola diterapkan dengan mendatangi warung, dapur produksi, dan sentra usaha kecil di seluruh desa.

Para pendamping membimbing pelaku usaha dari tahap awal hingga akhir secara gratis. Prosesnya meliputi edukasi bahan halal, penyusunan dokumen, hingga terbitnya sertifikat halal melalui jalur self declare sesuai ketentuan BPJPH.

Hasilkan Dampak Ekonomi Nyata 

Hingga Juni 2026, ikhtiar KUA ini telah mendata 32 UMKM di Bunguran Tengah. Pelaku usaha yang didampingi mayoritas ibu rumah tangga dan usaha keluarga. Jenis produknya beragam, mulai dari kerupuk ikan, kue bingka, kopi bubuk, Mie Ayam, hingga Keripik Ubi.

 

Dampak ekonomi mulai terasa. Ibu Halimah, pemilik usaha kerupuk ikan di Desa Tapau, menuturkan usahanya berkembang pesat. “Dulu hanya dijual ke tetangga. Setelah didampingi KUA dan dapat sertifikat halal, produk saya sudah diterima di toko oleh-oleh Ranai. Pesanan naik dua kali lipat,” ujarnya.

Halal sebagai Pondasi Ekonomi Syariah 

kepala KUA Bunguran, Tengah Erial Lismana, menambahkan, program ini bukan sekadar mengejar target Wajib Halal Oktober 2026. “Ini tentang membangun ekonomi umat yang berkah dan berdaulat. Sertifikat halal melindungi konsumen muslim sekaligus menjadi pintu UMKM Bunguran Tengah menembus pasar yang lebih luas, bahkan ekspor,” jelasnya.

Dengan pendampingan berkelanjutan, KUA Bunguran Tengah menempatkan diri sebagai mitra strategis umat. Tidak hanya mengurusi aspek ibadah, tetapi juga memastikan roda ekonomi masyarakat berjalan di atas prinsip halal dan thayyib.