KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah terus berkomitmen memperkuat pembinaan mental spiritual dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diimplementasikan melalui program pembinaan keagamaan berkala bersama Majlis Taklim MATAHATI Jumat 10 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Masjid BAITUL MUTTAQIIN, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna. Hadir sebagai narasumber utama, Staf KUA Bunguran Tengah, Moch Fandholi, yang menyampaikan materi edukatif di hadapan puluhan jemaah yang didominasi oleh kaum ibu.
Dalam pemaparan materinya yang bertajuk "Rumah Tangga sebagai Madrasah Pertama", Moch Fandholi menggarisbawahi urgensi peran orang tua dalam mengarsiteki kepribadian anak sejak usia dini. Menurutnya, pondasi akidah, pembiasaan ibadah, dan internalisasi akhlak mulia wajib disemai secara kokoh di lingkungan domestik sebelum anak berinteraksi dengan dinamika sosial di luar rumah.
“Rumah tangga bukan sekadar entitas tempat tinggal fisik, melainkan lembaga pendidikan pertama dan utama (al-madrasatul ula) bagi anak. Di sinilah karakter dan mentalitas generasi penerus bangsa dibentuk. Karakteristik lingkungan rumah yang religius dan suportif akan melahirkan generasi yang adaptif sekaligus saleh,” urai Moch Fandholi di sela-sela tausiyahnya.
Di tempat terpisah, Kepala KUA Kecamatan Bunguran Tengah, Erial Lismana, menegaskan bahwa sinergi sektoral dengan organisasi keagamaan berbasis masyarakat, seperti Majlis Taklim MATAHATI, akan terus diintensifkan. Pola kemitraan ini dinilai sebagai langkah preventif yang sangat efektif dan strategis dalam membentengi generasi muda tingkat desa dari dampak destruktif globalisasi dan digitalisasi.
"Kami berharap melalui majelis taklim seperti ini, pesan-pesan ketahanan keluarga dapat langsung menyentuh lini terkecil masyarakat, yaitu para ibu sebagai pilar utama pendidikan anak di rumah," ujar Erial Lismana.
Agenda pengajian rutin ini berjalan tertib dan kondusif. Kegiatan diakhiri dengan sesi ruang diskusi interaktif guna menampung aspirasi jemaah, dilanjutkan dengan doa bersama untuk kemaslahatan, keberkahan, serta keharmonisan seluruh keluarga di wilayah Desa Harapan Jaya