KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Barat dalam membina generasi muda terus diwujudkan melalui kegiatan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an dan Pembelajaran Dasar Bahasa Arab yang dilaksanakan di Surau At-Thoriq, Selasa (28/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bekal membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
Pembinaan diikuti oleh anak-anak usia dini di lingkungan Surau At-Thoriq dengan narasumber Aris Munandar, staf KUA Bunguran Barat. Melalui metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia peserta, anak-anak diperkenalkan pada kemampuan dasar membaca Al-Qur'an serta pengenalan kosakata dasar Bahasa Arab secara bertahap dan menyenangkan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur'an dan ajaran Islam. Selain penguasaan materi, peserta juga dibimbing untuk membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan sejak usia dini merupakan investasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus.
"Membangun generasi Qurani harus dimulai sejak dini. Ketika anak-anak dibimbing untuk mencintai Al-Qur'an, memahami dasar-dasar agama, dan menghiasi kehidupannya dengan akhlak yang baik, maka kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan berkarakter," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran. Suasana belajar dibuat interaktif sehingga anak-anak dapat mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing, serta mulai memahami dasar-dasar Bahasa Arab dengan cara yang mudah dipahami.
Melalui kegiatan pembinaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, KUA Bunguran Barat terus memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat. Sinergi antara KUA, pengurus surau, dan orang tua diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, mencintai ilmu, serta menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.