KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga masyarakat, Kantor Urusan Agama Kecamatan Bunguran Barat kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin pada Selasa (26/5).

Kegiatan yang berlangsung di aula KUA Bunguran Barat tersebut diikuti oleh tiga pasang calon pengantin dan menghadirkan tiga fasilitator berkompeten di bidangnya masing-masing. Program ini menjadi bagian dari komitmen KUA dalam memberikan pembinaan pra-nikah secara menyeluruh sebagai bekal membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menegaskan bahwa Bimwin bukan sekadar agenda formalitas sebelum akad nikah, melainkan bentuk nyata kehadiran KUA dalam membina umat dan memperkuat ketahanan keluarga sejak dini.“KUA bukan hanya tempat pencatatan administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pembinaan keluarga. Melalui Bimwin ini, calon pengantin dibekali kesiapan lahir dan batin agar mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta mampu menghadapi tantangan kehidupan keluarga modern,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan pra-nikah menjadi langkah strategis dalam menekan angka konflik rumah tangga dan perceraian yang kerap dipicu oleh lemahnya komunikasi, ketidaksiapan mental, hingga persoalan ekonomi keluarga.

Dalam pelaksanaannya, para fasilitator menyampaikan materi secara interaktif dan aplikatif sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Aris Munandar memberikan pemahaman mengenai fiqih perkawinan serta strategi membangun generasi emas yang berkualitas melalui ketahanan keluarga dan pola pendidikan anak dalam rumah tangga Islami.

Sementara itu, Harjono membawakan materi tentang manajemen finansial keluarga, pengelolaan rumah tangga, hingga pemahaman hak dan kewajiban nafkah dalam kehidupan pernikahan agar tercipta keseimbangan ekonomi keluarga.

Adapun Hariswati Rachmadani Putri mengupas materi terkait manajemen konflik rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, membangun keluarga sakinah, serta pentingnya kesiapan psikologis sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu calon pengantin, Wan Sahroni, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang sangat bermanfaat sebagai bekal kehidupan setelah menikah. “Awalnya kami pikir persiapan menikah itu hanya soal acara dan administrasi saja. Tapi setelah ikut Bimwin ini, kami jadi sadar bahwa membangun rumah tangga membutuhkan ilmu, kesabaran, komunikasi, dan kerja sama yang kuat antara suami dan istri. Materinya sangat bermanfaat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Bunguran Barat berharap para calon pengantin tidak hanya siap melangsungkan akad dan resepsi pernikahan, tetapi juga memiliki kesiapan mental, emosional, spiritual, dan sosial dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.

Program Bimwin sendiri merupakan bagian dari penguatan layanan pembinaan keluarga yang terus digencarkan Kementerian Agama guna mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat dan generasi bangsa yang unggul.