KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat menggelar koordinasi bersama panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat terkait salah satu permainan rakyat yang direncanakan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan. Pertemuan berlangsung di Ruang Kepala KUA Bunguran Barat, Jumat (31/7).
Koordinasi dihadiri oleh Kepala KUA Bunguran Barat beserta jajaran staf dan panitia peringatan HUT Ke-81 RI tingkat Kecamatan Bunguran Barat. Pertemuan dilaksanakan sebagai forum tabayun untuk memperoleh penjelasan secara langsung mengenai konsep permainan yang akan diselenggarakan, sekaligus membangun kesamaan persepsi agar pelaksanaannya tetap sejalan dengan nilai-nilai agama, budaya, dan norma yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam suasana musyawarah yang terbuka, panitia menjelaskan bahwa kekhawatiran yang berkembang di masyarakat berawal dari adanya perbedaan pemahaman mengenai bentuk pelaksanaan permainan. Setelah dilakukan klarifikasi, diperoleh penjelasan bahwa konsep yang dirancang panitia tidak sama dengan persepsi yang berkembang di masyarakat, sehingga diperlukan penyamaan pemahaman agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Sebagai lembaga yang memiliki tugas pembinaan kehidupan beragama di tingkat kecamatan, KUA Bunguran Barat memberikan masukan agar seluruh rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan tetap mengedepankan nilai edukatif, mempererat persaudaraan, serta menghormati norma agama, adat, dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menegaskan bahwa kehadiran KUA dalam forum tersebut bukan untuk menghakimi atau membatasi kreativitas panitia, melainkan memastikan setiap kegiatan berlangsung secara bijaksana dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
"KUA hadir untuk melakukan tabayun dan membangun kesepahaman bersama. Prinsip yang kami pegang sederhana, apabila sebuah permainan dirasa pantas dan tidak menjadi persoalan jika dimainkan oleh keluarga maupun kerabat panitia sendiri, maka kegiatan tersebut dapat dilaksanakan. Namun apabila muncul keberatan ketika diterapkan kepada keluarga sendiri, maka hal itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak menimbulkan mudarat ataupun keresahan di tengah masyarakat," jelasnya.
Masukan tersebut diterima dengan baik oleh panitia sebagai bagian dari upaya menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan yang meriah, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, dan budaya masyarakat Bunguran Barat.
Melalui koordinasi dan dialog seperti ini, KUA Bunguran Barat terus menjalankan fungsi pembinaan, mediasi, dan penguatan kehidupan beragama di tengah masyarakat. Sinergi antara KUA, pemerintah kecamatan, dan panitia diharapkan mampu menghadirkan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia yang tidak hanya semarak, tetapi juga edukatif, inklusif, serta mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, dan akhlakul karimah.