KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Upaya penguatan pembinaan generasi muda terus digencarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah lembaga pendidikan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi pembinaan remaja berbasis keagamaan melalui program BRUS.

 

Penandatanganan MoU dilaksanakan pada Selasa (28/4). Kegiatan berlangsung di lingkungan SMP dan MTs, serta penandatanganan bersama MAN 2 Natuna yang dipusatkan di KUA Bunguran Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Bunguran Barat beserta jajaran staf, Kepala SMP Negeri 1 Bunguran Barat, Kepala MTs Negeri 1 Natuna, serta Kepala MAN 2 Natuna.

 

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara KUA dan pihak sekolah dalam melakukan pembinaan siswa secara terarah dan berkelanjutan, khususnya melalui program BRUS yang difokuskan pada penguatan karakter, pemahaman keagamaan, serta pembinaan moral remaja.

 

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran KUA sebagai mitra pembinaan generasi muda di tingkat kecamatan. “Penandatanganan MoU ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi komitmen awal untuk bersama-sama membina para siswa agar memiliki karakter yang kuat, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. KUA hadir tidak hanya sebagai lembaga pelayanan, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam pembinaan remaja,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam menghadapi tantangan moral dan sosial di kalangan remaja saat ini. “Kami percaya bahwa pembinaan remaja tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu adanya sinergi antara sekolah, KUA, dan orang tua. Melalui program BRUS ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang berkualitas, baik secara intelektual maupun spiritual,” tambahnya.

 

Dalam pelaksanaannya, program BRUS nantinya akan disusun dan dijadwalkan kembali berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dan KUA Bunguran Barat, sehingga dapat berjalan secara efektif dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan.

 

Selama kegiatan berlangsung, personel KUA Bunguran Barat turut aktif dalam proses koordinasi, pendampingan, serta memastikan kelancaran penandatanganan MoU di setiap lokasi. Kehadiran KUA tidak hanya sebagai pihak yang memfasilitasi, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menginisiasi kerja sama pembinaan remaja lintas lembaga.

 

Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara KUA dan lembaga pendidikan dalam membina generasi muda, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keagamaan dan moralitas.