KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat melalui Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) di Masjid Al-Fattah, Pantai Ria, Kelurahan Sedanau, Jumat (14/8).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala KUA Bunguran Barat bersama seluruh personel KUA dengan melibatkan berbagai unsur di wilayah Kecamatan Bunguran Barat, yakni Kecamatan Bunguran Barat, Polsek Bunguran Barat, SMK Negeri 1 Bunguran Barat, pengurus Masjid Al-Fattah, serta ketua dan warga RT dan RW setempat.
Sejak pagi, para peserta bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan masjid. Kegiatan difokuskan pada sejumlah fasilitas yang menjadi bagian penting dalam menunjang kenyamanan jamaah, khususnya tempat wudu pria dan wanita serta kamar mandi masjid. Pembersihan juga dilakukan pada rumput dan halaman, area bagian dalam dan luar masjid, hingga lingkungan sekitar rumah ibadah.
Gotong royong tersebut tidak hanya menghasilkan lingkungan masjid yang lebih bersih dan tertata, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur masyarakat. Keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, pengurus masjid, serta perangkat lingkungan menunjukkan bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama.
Wujud Amanah Program Kementerian Agama
Gerakan Bersih-Bersih Masjid yang dilaksanakan KUA Bunguran Barat merupakan bagian dari Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (BBM) 2026 Kementerian Agama. Program tersebut diperkuat melalui Surat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor B-29/Dt.III.I/BA.01.1/02/2026 tanggal 12 Februari 2026 tentang Instruksi Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) 2026.
Program tersebut mendorong keterlibatan jajaran Kementerian Agama, termasuk KUA bersama pengurus masjid serta masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan, kenyamanan, dan kebermanfaatan rumah ibadah.
KUA Bunguran Barat kemudian menerjemahkan amanah tersebut melalui kegiatan yang dilaksanakan secara langsung bersama masyarakat. Pemilihan Masjid Al-Fattah sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebermanfaatan KUA secara lebih dekat kepada masyarakat di lingkungan sekitar.
Kebersihan sebagai Bagian dari Dakwah
Bagi KUA Bunguran Barat, Geber Masjid tidak berhenti pada aktivitas membersihkan lantai, halaman, tempat wudu, maupun kamar mandi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana dakwah dan pembinaan umat melalui keteladanan dan praktik langsung.
Kebersihan masjid diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi tumbuh sebagai kesadaran bersama para jamaah dan masyarakat. Masjid yang bersih, nyaman, dan asri akan memberikan suasana yang lebih baik bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah serta berbagai kegiatan keagamaan.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sederhana dari dakwah yang dapat dilakukan bersama.
“Bersih-bersih masjid bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga bagian dari dakwah dan pembinaan. Kita ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga rumah ibadah. Kebersihan merupakan bagian dari iman, sehingga merawat kebersihan dan keasrian masjid juga merupakan bagian dari upaya kita memuliakan rumah Allah,” ujar Dela Pulda.
Menurutnya, semangat gotong royong dalam menjaga masjid juga dapat menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial. Ketika masyarakat bersama-sama membersihkan rumah ibadah, muncul rasa memiliki dan tanggung jawab untuk terus merawatnya setelah kegiatan selesai.
Semangat Kemerdekaan melalui Gotong Royong
Pelaksanaan Geber Masjid yang bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memiliki makna tersendiri. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan dalam bentuk gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa nilai persatuan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.
KUA Bunguran Barat berharap kegiatan Geber Masjid dapat menjadi pemantik agar budaya menjaga kebersihan rumah ibadah terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya ketika ada program atau kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam memakmurkan masjid.
Melalui gerakan tersebut, KUA Bunguran Barat juga terus berupaya menghadirkan wajah pelayanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif, tetapi juga hadir melalui dakwah, pembinaan, keteladanan, dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan masjid yang bersih, nyaman, dan terawat, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasa betah untuk beribadah, berkegiatan, dan membangun kebersamaan di rumah ibadah.