KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Upaya memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat terus dilakukan melalui sinergi antara Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat dengan berbagai organisasi keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kehadiran dalam kegiatan Pengajian Rutin Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Bunguran Barat yang diselenggarakan di Masjid Alfattah, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan dihadiri oleh Ketua BKMT Kecamatan Bunguran Barat beserta jajaran pengurus, para anggota BKMT, serta ibu-ibu majelis taklim dari berbagai lingkungan di Kecamatan Bunguran Barat. Tausiah disampaikan oleh Usman Abdullah dengan mengangkat tema "Manfaat Hidup Sederhana dan Menghindari Sikap Berlebihan."

Dalam ceramahnya, Usman Abdullah menjelaskan bahwa kesederhanaan merupakan salah satu akhlak mulia yang diajarkan Islam. Menurutnya, seorang muslim hendaknya mampu mengendalikan hawa nafsu, hidup sesuai kebutuhan, serta menjauhi perilaku berlebihan yang dapat menumbuhkan sifat sombong dan lalai terhadap nikmat Allah SWT.

"Hidup sederhana bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan mampu mengendalikan keinginan dan menggunakan nikmat Allah sesuai kebutuhan. Sikap berlebihan hanya akan menjauhkan manusia dari rasa syukur dan membuka pintu kesombongan. Sebaliknya, kesederhanaan akan menghadirkan ketenangan hati, keberkahan rezeki, dan kedekatan kepada Allah SWT," tutur Usman Abdullah.

Ia juga mengajak jamaah untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW yang senantiasa hidup sederhana meskipun memiliki kedudukan yang sangat mulia.

"Rasulullah SAW telah memberikan teladan hidup yang sederhana. Karena itu, marilah kita memperbanyak rasa syukur, membiasakan hidup secukupnya, menghindari perilaku berlebih-lebihan, serta menjadikan harta sebagai sarana beribadah dan berbagi kepada sesama, bukan sebagai tujuan hidup," pesannya kepada jamaah.

Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menyampaikan bahwa majelis taklim merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia.

"KUA Bunguran Barat akan terus mendukung kegiatan pembinaan seperti pengajian rutin BKMT karena menjadi media yang efektif untuk memperkuat pemahaman agama, membangun akhlak, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Nilai-nilai kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat," ujarnya.

Pengajian berlangsung dalam suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah mengikuti tausiah dengan antusias serta aktif berdiskusi mengenai bagaimana menerapkan pola hidup sederhana di tengah tantangan kehidupan modern.

Melalui kolaborasi bersama BKMT dan berbagai elemen masyarakat, KUA Bunguran Barat terus memperkuat perannya sebagai pusat pelayanan dan pembinaan keagamaan di tingkat kecamatan. Diharapkan kegiatan majelis taklim yang dilaksanakan secara rutin mampu meningkatkan kualitas keimanan, mempererat silaturahmi, serta mendorong lahirnya masyarakat yang menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.