KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin sebagai upaya mempersiapkan pasangan memasuki kehidupan rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan berketahanan. Kegiatan berlangsung di Balai Nikah KUA Bunguran Barat pada Senin (3/8).
Bimbingan diikuti oleh dua pasang calon pengantin yang berasal dari Tanjung Sebauk dan Gunung Putri. Materi disampaikan oleh tiga fasilitator Bimbingan Perkawinan KUA Bunguran Barat, yaitu Hariswati Rachmadani Putri, Harjono, dan Aris Munandar, sesuai dengan silabus resmi Bimbingan Perkawinan yang ditetapkan Kementerian Agama.
Selama kegiatan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai komunikasi yang sehat antara suami dan istri, pengelolaan konflik dalam rumah tangga, perencanaan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Seluruh materi disampaikan secara interaktif dengan mengangkat berbagai contoh persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami dan diterapkan oleh calon pengantin.
Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, menegaskan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan bagian penting dari pelayanan KUA dalam membangun ketahanan keluarga sejak sebelum akad nikah dilaksanakan.
"Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan cara berpikir, kebiasaan, dan tanggung jawab yang berbeda. Melalui Bimbingan Perkawinan, calon pengantin dibekali keterampilan hidup berkeluarga agar mampu menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, saling menghargai, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam setiap pengambilan keputusan," ujarnya.
Dalam sesi pembelajaran, Hariswati Rachmadani Putri mengajak peserta membangun komunikasi yang terbuka sebagai kunci mencegah konflik berkepanjangan dalam rumah tangga. Harjono membekali peserta mengenai pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga secara bijaksana sebagai upaya menjaga stabilitas rumah tangga, sedangkan Aris Munandar menyampaikan materi mengenai pembentukan keluarga yang mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, sehat, dan berkualitas sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para calon pengantin aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan kehidupan rumah tangga yang akan mereka hadapi setelah menikah.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan secara berkelanjutan, KUA Bunguran Barat terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam membangun keluarga Indonesia yang berkualitas. Diharapkan setiap pasangan yang menikah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara mental, emosional, spiritual, dan sosial sehingga mampu mewujudkan keluarga yang harmonis serta berkontribusi melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul.