KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Mempersiapkan pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga menjadi salah satu perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat. Melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin), KUA memberikan bekal pengetahuan kepada calon pengantin agar lebih siap membangun keluarga yang harmonis, tangguh dan penuh keberkahan. Kegiatan Bimbingan Perkawinan tersebut dilaksanakan pada Selasa (1/9) bertempat di KUA Bunguran Barat dan diikuti oleh dua pasangan calon pengantin asal Sedanau.

Dalam kegiatan tersebut, materi bimbingan disampaikan oleh tiga fasilitator Bimwin KUA Bunguran Barat, yakni H.R. Putri, Harjono dan Aris Munandar. Ketiganya memberikan pembekalan yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dan berbagai persoalan yang akan dihadapi pasangan setelah menikah.

Bimbingan Perkawinan tidak hanya diarahkan pada persiapan teknis menuju pernikahan, tetapi juga menjadi ruang bagi calon pengantin untuk memahami bahwa membangun keluarga membutuhkan kesiapan pengetahuan, mental, komunikasi serta kemampuan bekerja sama antara suami dan istri.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari membangun komunikasi yang sehat, mengelola konflik, memahami hak dan kewajiban suami istri, pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga pentingnya membangun pola pengasuhan yang baik untuk mewujudkan generasi berkualitas.

“Pernikahan bukan hanya tentang mempersiapkan satu hari untuk akad, tetapi mempersiapkan perjalanan panjang setelah akad. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki bekal agar ketika menghadapi persoalan dalam rumah tangga, mereka mampu menyelesaikannya dengan komunikasi, kesabaran dan saling memahami,” ujar salah seorang fasilitator Bimwin.

Para calon pengantin juga diajak memahami bahwa keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah tidak hadir dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui komitmen, tanggung jawab, saling menghargai serta kesediaan untuk terus belajar bersama.

KUA Bunguran Barat menempatkan Bimbingan Perkawinan sebagai bagian penting dari pembinaan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, calon pengantin diberikan ruang untuk berdiskusi dan memperoleh pemahaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga materi yang diterima tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan ketika menjalani kehidupan rumah tangga.

“Kita ingin calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga siap menjadi pasangan yang saling mendukung dan bertanggung jawab. Keluarga yang kuat dimulai dari pasangan yang mau belajar, saling menghargai dan menyelesaikan persoalan bersama,” ungkap Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda.

Kegiatan Bimwin juga menjadi bentuk nyata fungsi KUA dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat. Kehadiran fasilitator diharapkan mampu membantu calon pengantin memahami berbagai tantangan kehidupan keluarga sekaligus menyiapkan fondasi yang kuat sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Melalui pembekalan yang diberikan secara berkelanjutan, KUA Bunguran Barat terus mendorong lahirnya keluarga yang tidak hanya harmonis dalam kehidupan internal, tetapi juga mampu menjadi lingkungan pertama yang baik dalam membentuk generasi beriman, sehat dan berkualitas.

Bimbingan Perkawinan berlangsung dengan tertib dan interaktif. Para calon pengantin mengikuti materi serta berdiskusi bersama fasilitator sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan rumah tangga yang diharapkan dapat menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.