KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Al-Ba’diyah, Kelurahan Sedanau, Sabtu (20/6) malam, berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Bunguran Barat tersebut menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus menghidupkan syiar Islam di tengah pergantian tahun Hijriah.

Kegiatan yang dilaksanakan ba’da Isya tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bunguran Barat, Ketua dan Pengurus PHBI Kecamatan Bunguran Barat, staf Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al-Ba’diyah yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.

Pada kesempatan tersebut, tausiah agama disampaikan oleh Harjono, perwakilan dari KUA Bunguran Barat. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memahami makna dan hikmah di balik penetapan kalender Hijriah yang hingga saat ini menjadi pedoman bagi umat Islam di seluruh dunia.

Menurutnya, penanggalan Hijriah bukan sekadar sistem penentuan waktu, melainkan memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang sangat penting bagi kehidupan umat Islam. Kalender Hijriah ditetapkan untuk mengenang peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi titik awal kebangkitan peradaban Islam.

Selain itu, kalender Hijriah juga mengandung semangat perubahan sebagaimana makna hijrah itu sendiri. Umat Islam diajak untuk senantiasa melakukan perbaikan diri, meninggalkan kebiasaan yang kurang baik, serta meningkatkan kualitas iman dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Penetapan kalender Hijriah memiliki banyak pelajaran bagi umat Islam. Pertama, sebagai pengingat akan perjuangan hijrah Rasulullah SAW. Kedua, sebagai motivasi untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Dan ketiga, sebagai pedoman dalam pelaksanaan berbagai ibadah umat Islam, seperti puasa, zakat, haji, dan hari-hari besar keagamaan,” jelas Harjono dalam tausiahnya.

Ia menambahkan bahwa semangat hijrah hendaknya tidak hanya dikenang dalam bentuk peringatan tahunan, tetapi juga diwujudkan melalui perubahan nyata dalam perilaku, ibadah, dan hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Jangan sampai tahun Hijriah hanya berganti di kalender, tetapi tidak membawa perubahan dalam diri kita. Semangat hijrah harus diwujudkan dengan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama," tegas Harjono

Jamaah yang hadir tampak mengikuti tausiah dengan penuh perhatian. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya kalender Hijriah sebagai bagian dari identitas dan pedoman kehidupan umat Islam.

Melalui kegiatan ini, PHBI Kecamatan Bunguran Barat berharap masyarakat dapat semakin memahami nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam serta menjadikan momentum Muharram sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan kualitas keimanan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan hingga selesai. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam peringatan tersebut menjadi cerminan kuatnya kehidupan keagamaan masyarakat di Kecamatan Bunguran Barat.