KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan melalui pengajian rutin bagi masyarakat di Masjid Besar An-Nur Sedanau, Minggu (30/8) malam, selepas salat Maghrib hingga menjelang salat Isya, dengan Nara sumber Harjono.

Pengajian kali ini mengangkat tema “Maksiat Batin: Bakhil”. Tema tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada jamaah tentang pentingnya menjaga kebersihan hati dari berbagai penyakit batin yang dapat memengaruhi akhlak dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, Harjono menyampaikan bahwa bakhil atau kikir merupakan salah satu penyakit hati yang perlu diwaspadai oleh setiap muslim. Sifat bakhil tidak hanya berkaitan dengan keengganan mengeluarkan harta, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk enggan berbagi ilmu, tenaga, perhatian, bantuan, maupun kebaikan kepada orang lain.

“Jangan sampai kita merasa memiliki harta yang banyak, tetapi hati kita miskin dari kepedulian. Harta yang Allah titipkan kepada kita hendaknya menjadi sarana untuk berbuat kebaikan dan membantu sesama,” ungkap Harjono dalam tausiyahnya.

Jamaah juga diajak untuk senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri, karena penyakit hati sering kali tidak terlihat secara lahiriah, namun dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan seseorang. Membersihkan hati dari sifat bakhil dapat dilakukan dengan membiasakan diri bersedekah, berbagi, membantu orang lain, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Materi pengajian turut mengingatkan jamaah bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memiliki sifat dermawan dan peduli terhadap sesama. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dapat dibangun atas dasar kasih sayang, kepedulian, ukhuwah, dan semangat saling membantu.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Jamaah mengikuti penyampaian materi dengan baik hingga menjelang waktu salat Isya. Setelah pengajian selesai, jamaah kemudian melaksanakan salat Isya secara berjamaah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Bunguran Barat dalam meningkatkan pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Melalui pengajian rutin, KUA Bunguran Barat terus mendorong masyarakat untuk tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

KUA Bunguran Barat berharap pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan kontribusi dalam membentuk masyarakat yang religius, berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta mampu menjauhi berbagai penyakit hati dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

“Membersihkan hati merupakan bagian penting dalam membangun pribadi muslim yang baik. Ketika hati bersih dari sifat bakhil, insyaallah akan tumbuh keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.” tutup Harjono.