KUA Bunguran Barat (HUMAS) — Keteladanan Rasulullah SAW menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga dan lingkungan yang lebih baik. Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, KUA Bunguran Barat hadir memberikan pembinaan keagamaan kepada Persatuan Ibu-Ibu PERIS melalui kegiatan Maulid Nabi di PAUD KB Al-Hidayah, Selasa (15/9).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KUA Bunguran Barat sebagai penceramah, Ibu Sekretaris Kecamatan Bunguran Barat, serta Ketua PERIS beserta anggota. Pembinaan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Kehidupan yang Lebih Baik.”
Dalam penyampaiannya, Kepala KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, mengajak para ibu menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkungan keluarga. Menurutnya, keteladanan Rasulullah tidak hanya dipelajari melalui kisah, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap, perkataan dan cara memperlakukan orang lain.
“Meneladani Rasulullah SAW berarti berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan kita. Bersikap jujur, amanah, sabar, penyayang dan santun bukan hanya ketika berada di tengah masyarakat, tetapi dimulai dari rumah, dari cara kita memperlakukan suami, mendidik anak, serta berinteraksi dengan sesama,” ujar Pulda.
Ia menekankan, keluarga merupakan ruang pertama bagi pembentukan karakter. Karena itu, keteladanan orang tua, khususnya ibu, memiliki peran besar dalam menciptakan suasana keluarga yang penuh kasih sayang sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak kepada anak.
“Anak-anak lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang kita katakan. Kalau kita ingin anak tumbuh dengan akhlak yang baik, maka keteladanan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Rasulullah SAW telah memberikan contoh bagaimana iman, kasih sayang, kesabaran dan akhlak mulia diwujudkan dalam kehidupan,” lanjutnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi para ibu agar semakin memahami pentingnya menghadirkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan keluarga dan sosial.
KUA Bunguran Barat berperan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. Kehadiran Kepala KUA sebagai penceramah menjadi bentuk keterlibatan KUA dalam memperluas jangkauan pembinaan umat, tidak hanya melalui pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga melalui edukasi dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, KUA Bunguran Barat mendorong agar semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi perubahan sikap dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan Rasulullah diharapkan dapat semakin kuat diterapkan dalam keluarga sehingga turut membentuk generasi yang beriman, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap sesama.