KUA Bunguran Timur (Humas) – Dinamika pembinaan umat di tingkat akar rumput terus berjalan dinamis namun tetap penuh komitmen. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur, Ustadzah Hj. Kholijah Manurung, tetap konsisten melaksanakan agenda pengajian rutin Al-Husna bersama jemaah kaum ibu pada Sabtu (04/07/2026).

​Meskipun pada pekan ini terdapat perubahan manajemen waktu pelaksanaan, hal tersebut sama sekali tidak memengaruhi jalannya syiar keagamaan. Kholijah Manurung terpaksa menggeser jadwal pengajian yang semula rutin dilaksanakan pada Sabtu pagi menjadi Sabtu sore hari. Pergeseran ini dilakukan lantaran pada pagi harinya, Kholijah harus menghadiri bimbingan penyuluh ahli muda untuk kenaikan jenjang menjadi penyuluh ahli madya. 

​Kendati jadwal bergeser ke sore hari, perubahan tersebut terbukti tidak menyurutkan motivasi dan semangat spiritual para jemaah untuk tetap hadir secara lengkap. Pengajian rutin Al-Husna kali ini dilaksanakan dengan mengambil tempat di salah satu rumah jemaah yang beralamat di Jalan Sihotang, Kelurahan Batu Hitam. Fokus utama dalam pertemuan pekan ini adalah pendalaman materi tahsin Al-Qur'an, sebuah disiplin ilmu untuk memperbaiki, memperbagus, dan menyempurnakan pelafalan ayat-ayat suci Al-Qur'an agar sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

​Dalam sesi pengajaran, Kholijah Manurung secara telaten menuntun satu per satu jemaah dalam melafalkan makhorijul huruf. Ia menekankan bahwa mempelajari tahsin merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian kitab suci sekaligus meningkatkan kualitas ibadah salat sehari-hari melalui bacaan yang fasih dan benar.

​Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap keteguhan jemaah pengajian Al-Husna serta loyalitas petugas penyuluh di lapangan.

​"Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu jemaah di Jalan Sihotang yang tidak luntur sedikit pun meskipun jadwal pengajian harus bergeser ke sore hari demi mendukung tugas kedinasan penyuluh kami. Konsistensi dalam menghidupkan kelas tahsin ini merupakan bukti nyata bahwa kesadaran literasi Al-Qur'an di tengah masyarakat Natuna terus tumbuh dengan kokoh. KUA Bunguran Timur berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi ruang-ruang belajar keagamaan seperti ini," pungkas Asnawi.

​Pengajian sore itu ditutup dengan pembacaan doa bersama serta komitmen jemaah untuk terus melanjutkan latihan membaca Al-Qur'an secara mandiri di rumah masing-masing sebelum pertemuan pekan berikutnya kembali digelar.