KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) — Program inovasi "GEBRAKAN" (Gerakan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an) yang diinisiasi oleh Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, sukses diakselerasi melalui aksi nyata para pemuda. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Remaja Masjid Jami' Baitul Muttaqin Desa Harapan Jaya dalam merampungkan seluruh rangkaian program tadarus Al-Qur’an Sabtu, 4 Juli 2026.
Kegiatan ini dipusatkan langsung di Masjid Jami' Baitul Muttaqin Desa Harapan Jaya di bawah bimbingan Ustadz Moch Fandholi. Rangkaian program ini menjadi bukti nyata keberhasilan implementasi program GEBRAKAN di tingkat desa, di mana para remaja secara konsisten menuntaskan pembacaan Al-Qur'an pada setiap malam.
Fokus Utama Inovasi "GEBRAKAN"
- Pemberantasan Buta Aksara: Langkah konkret Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, untuk mendongkrak kualitas literasi keagamaan dan memastikan generasi muda bebas buta huruf Al-Qur'an.
- Kaderisasi Generasi Qur'ani: Pembina sekaligus pembimbing kegiatan, Ustadz Moch Fandholi, menegaskan lewat GEBRAKAN ini lahir generasi muda tangguh yang siap menjaga budaya Islam secara turun-temurun.
- Benteng Karakter Pemuda: Gerakan yang berjalan di Masjid Jami' Baitul Muttaqin ini berfokus memakmurkan masjid guna membentengi para remaja desa dari berbagai pengaruh negatif lingkungan luar.
- Penguatan Ikatan Sosial: Melalui momentum berkumpulnya warga dalam penuntasan ayat suci, inovasi ini terbukti ampuh mempererat solidaritas antar-warga Desa Harapan Jaya.
Sinergi kuat antara program inovasi GEBRAKAN KUA Bunguran Tengah dan semangat membara remaja masjid menjadi percontohan sukses bagaimana syiar Islam modern dapat menggerakkan karakter pemuda desa secara masif.