KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) – Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (FKPQ) Kecamatan Bunguran Tengah mengambil langkah taktis dalam merespons cepat arus perkembangan teknologi. Berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Tengah, FKPQ menggelar pertemuan rutin bulanan yang berfokus pada penguatan metode pembelajaran keagamaan di tengah tantangan zaman, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di TPQ Al Muttaqin, Desa Air Lengit tersebut dihadiri secara serentak oleh seluruh guru TPQ se-Kecamatan Bunguran Tengah. Pertemuan berkala ini sengaja mengusung tema krusial, "Peran TPQ di Era Digitalisasi".
Agenda strategis tersebut dipimpin langsung oleh Moch. Fandholi, yang bertindak dalam kapasitas ganda sebagai Staf KUA Bunguran Tengah sekaligus Ketua FKPQ Kecamatan Bunguran Tengah. Kehadirannya menjadi jembatan operasional yang kuat untuk menyelaraskan kebijakan keagamaan pemerintah dengan para pendidik di akar rumput.
Di tempat terpisah, Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, menyatakan komitmen penuh institusinya dalam mengawal program-program kerja FKPQ. Menurutnya, KUA berkepentingan mendorong transformasi digital yang sehat pada lembaga keagamaan formal maupun non-formal di wilayah tersebut. Sinergi ini nantinya diwujudkan melalui pembinaan berbasis teknologi, mulai dari pembaruan metode ajar Al-Qur'an hingga digitalisasi tata kelola administrasi lembaga.
Dalam arahannya di depan puluhan pendidik, Moch. Fandholi menekankan bahwa penetrasi digital saat ini tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi eksistensi TPQ, melainkan harus ditangkap sebagai peluang besar. Pemanfaatan media digital secara interaktif dan tepat guna justru bisa mendongkrak motivasi mengaji para santri yang merupakan generasi asli digital (digital native).
Kendati demikian, TPQ bersama KUA memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi benteng spiritual utama agar anak-anak tidak tergerus dampak negatif arus informasi. Melalui integrasi program ini, kedua belah pihak sepakat meningkatkan kapasitas serta kompetensi teknologi para guru mengaji secara bertahap demi melahirkan generasi muda Natuna yang fasih Al-Qur'an dan bijak teknologi