MA Bustanul Ulum (MIDAI) --- Pernikahan Firman Wahyudi bin Kamal Hanapi dan Maryani binti Muhammad Saat di kediaman mempelai wanita berlangsung meriah dan penuh warna. Acara yang dimulai dengan kedatangan mempelai laki-laki beserta rombongan ini ditandai dengan suara kompang yang mengiringi langkah pengantin, menciptakan suasana hangat dan penuh semangat.


Sebelum memasuki rumah, mempelai laki-laki dihadang palang pintu, sebuah tradisi yang dikemas secara unik melalui berbalas pantun antara siswa MA Bustanul Ulum Midai. Azhyanazh Septian Ramadhan berperan sebagai penunggu, sedangkan Muhammad Faturrahman Mulyadi berperan sebagai yang datang. Aksi pantun ini berhasil menghadirkan suasana penuh canda santun dan menghibur para tamu undangan. Minggu, 10 Mei 2026

Setelah proses berbalas pantun, suasana semakin semarak dengan lantunan musik pencak silat yang dimainkan oleh siswa MA. Savina piolita membawakan gong, Vega Dealova memainkan talempong, Hesti Saputri memainkan anting, dan Muhammad Hasib Marzuki memukul gendang, sehingga setiap gerakan pesilat tampak selaras dengan irama musik.

Atraksi pencak silat pun bergerak dengan gesit dari siswa MI Bustanul Ulum Midai, Syarifah Fazillah sebagai yang datang dan Syakila Adiba sebagai penunggu. Setiap langkah dan gerakan pesilat diakhiri dengan berhentinya musik, menunjukkan keselarasan antara seni bela diri dan musik tradisional.

Setelah itu, para pemantun menutup penampilan mereka dan mempersilakan Firmanwahyudi beserta pengawalnya, Wingki Novriadi dan Aprimaulana, untuk memasuki rumah dan melanjutkan prosesi akad nikah. Acara ini tetap berjalan khidmat meski hujan mengguyur, menunjukkan keteguhan dan semangat kebersamaan seluruh pihak yang terlibat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, gabungan siswa MA dan MI Bustanul Ulum Midai tidak hanya menampilkan bakat seni dan budaya, tetapi juga turut menghidupkan tradisi pernikahan yang penuh makna dan keceriaan.