KUA Bunguran Barat (HUMAS) – Tidak semua persoalan rumah tangga harus dihadapi sendirian. Sebagai bagian dari komitmen dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan, Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat terus menghadirkan layanan Konseling Keluarga Sakinah sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk memperoleh pendampingan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan berumah tangga. Layanan tersebut kembali dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Barat pada Senin (3/8) di Kantor KUA Bunguran Barat.
Kegiatan konseling merupakan salah satu bentuk implementasi tugas dan fungsi KUA dalam memberikan pembinaan keluarga sakinah sebagaimana diamanatkan dalam ketentuan mengenai organisasi dan tata kerja KUA Kecamatan, yang menegaskan bahwa KUA tidak hanya menyelenggarakan pelayanan administrasi nikah dan rujuk, tetapi juga melaksanakan pembinaan kehidupan beragama, termasuk pembinaan ketahanan keluarga melalui layanan konsultasi, mediasi, dan konseling.
Dalam pelaksanaannya, penyuluh agama memberikan pendampingan kepada masyarakat yang sedang menghadapi dinamika rumah tangga melalui pendekatan keagamaan, komunikasi yang sehat, serta musyawarah untuk mencari solusi terbaik. Layanan ini bertujuan membantu keluarga memperkuat hubungan antaranggota keluarga, meningkatkan kemampuan menyelesaikan persoalan secara bijaksana, serta menanamkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Barat, Hariswati Rachmadani Putri menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan ruang yang nyaman untuk berdialog tanpa rasa takut dihakimi.
"Konseling keluarga bukan bertujuan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan membantu setiap anggota keluarga menemukan jalan terbaik untuk memperbaiki komunikasi, membangun kembali kepercayaan, serta menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan nilai-nilai Islam dan musyawarah," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mencari bantuan ketika menghadapi persoalan rumah tangga bukanlah tanda kegagalan, melainkan bentuk ikhtiar untuk menjaga keutuhan keluarga.
"Tidak ada keluarga yang sepenuhnya bebas dari ujian. Yang membedakan adalah bagaimana setiap keluarga memilih menyikapinya. Datang untuk berkonsultasi adalah langkah yang bijaksana karena menunjukkan adanya keinginan untuk memperbaiki keadaan, bukan menyerah pada konflik," tambahnya.
Sebagai bentuk profesionalitas layanan, KUA Bunguran Barat menerapkan prinsip kerahasiaan dalam setiap proses konseling. Seluruh identitas, informasi, maupun pokok persoalan yang disampaikan oleh masyarakat dijaga kerahasiaannya dan tidak dipublikasikan. Prinsip ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembinaan keluarga yang disediakan oleh KUA.
Melalui layanan Konseling Keluarga Sakinah, KUA Bunguran Barat terus mempertegas perannya sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam membangun ketahanan keluarga. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk memperoleh pendampingan, memperkuat keharmonisan rumah tangga, serta mewujudkan keluarga yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan nilai-nilai keislaman.