KUA BUNGURAN TENGAH (HUMAS) — Bukti nyata bahwa kesakralan ibadah tidak butuh pesta mewah tersaji di Balai Nikah KUA Bunguran Tengah. Sepasang kekasih berusia di atas 45 tahun mantap memulai lembaran baru dengan melangsungkan pernikahan kedua mereka secara intim dan penuh kehangatan, Senin, 29Juni 2026.
Suasana seketika berubah haru saat mempelai pria dengan lantang dan lancar mengucapkan kalimat ijab kabul. Di hadapan Penghulu Zailani yang memimpin jalannya upacara, pasangan matang ini resmi sah menjadi suami istri dengan mahar uang tunai.
Kepala KUA Bunguran Tengah, Erial Lismana, mengapresiasi kelancaran prosesi tersebut dan menegaskan dedikasi instansinya dalam mengawal momen sakral warga. “Menikahkan pasangan calon pengantin adalah tugas mulia, dan kami berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik agar prosesi sakral ini berjalan lancar sesuai syariat serta regulasi,” tegas Erial.
Keputusan untuk menikah sederhana di KUA sengaja dipilih agar kedua mempelai dapat lebih berfokus pada esensi komitmen hidup bersama. Kebahagiaan hari itu pun disempurnakan dengan kesederhanaan yang hangat melalui acara syukuran makan bersama keluarga besar di rumah. Momen penuh tawa dan keakraban ini menjadi bukti bahwa esensi pernikahan adalah ketulusan janji dan restu keluarga, bukan kemegahan pesta.