KUA Bunguran Timur (Humas) – Momentum pergantian tahun baru Hijriah sejatinya bukan sekadar perayaan seremonial kalender semata, melainkan ruang sakral untuk berbenah diri. Semangat edukasi spiritual inilah yang disebarluaskan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bunguran Timur, Kholijah Manurung, saat mengisi pengajian di Desa Semedang, Kecamatan Bunguran Batubi, pada Sabtu (06/06/2026) lalu.
Dalam tausiyah mendalam bertema "Menutup Tahun dan Menyambut Tahun Baru dengan Amalan", Kholijah mengajak jemaah mengupas tuntas formula syariat dalam memperlakukan pergantian waktu secara produktif dari kacamata Islam.
Menurutnya, amalan terbaik dalam menutup lembaran tahun adalah dengan memperbanyak istighfar (memohon ampunan) dan melakukan muhasabah (introspeksi total).
"Menutup tahun artinya kita sedang menutup sebuah buku catatan amal. Sebelum buku itu diangkat, hiasi akhir lembaran tersebut dengan penyesalan atas dosa-dosa masa lalu, melunasi hak-hak sesama manusia yang mungkin terabaikan, serta memperbanyak sedekah sebagai penggugur kekhilafan," urai Kholijah di hadapan puluhan jemaah.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa menyambut fajar 1 Muharram harus diawali dengan rukun niat yang baru untuk berhijrah ke arah yang lebih baik. Amalan pembuka yang sangat dianjurkan di awal tahun baru Islam meliputi penguatan konsistensi ibadah wajib, menghidupkan puasa sunah (khususnya Tasu'a dan Asyura di bulan Muharram), serta mempererat tali ukhuwah (silaturahmi) antarsesama warga guna mendatangkan keberkahan di lingkungan tempat tinggal.
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menegaskan bahwa penulisan rilis keagamaan seperti ini merupakan bagian dari perluasan fungsi dakwah KUA melalui literasi digital.
"Kami ingin setiap berita yang keluar dari KUA Bunguran Timur tidak hanya melaporkan bahwa kegiatan itu 'ada', tetapi juga membawa manfaat ilmu yang bisa dibaca dan diamalkan kembali oleh seluruh masyarakat Natuna melalui jejaring web resmi Kementerian Agama," tegas Asnawi.
Melalui ulasan materi yang sarat akan pesan aplikatif ini, KUA Bunguran Timur berharap pesan-pesan perdamaian, peningkatan kualitas spiritual, dan panduan amalan hijriah dapat tersampaikan secara luas, sekaligus menegaskan peran aktif KUA sebagai pilar pembimbing umat yang edukatif.