KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur menegaskan komitmennya bahwa pelayanan pernikahan tidak hanya sebatas pemenuhan aspek administratif kekerapan dokumen negara. Lebih dari itu, KUA Bunguran Timur menaruh perhatian besar pada kawalan moral dan spiritual pasangan baru melalui intensifikasi nasihat perkawinan langsung di atas pelaminan.

Hal tersebut terlihat nyata pada Kamis (18/06/2026) pagi, saat jajaran KUA Bunguran Timur memberikan pelayanan maraton di dua lokasi berbeda. Melalui manajemen pembagian tugas (plotting) personel yang matang, dua tim pelayanan bergerak simultan untuk mengawal jalannya prosesi sakral tersebut agar berjalan khidmat dan tepat waktu.

Agenda pertama dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB untuk mengesahkan pernikahan Hasma Rahmat Gundala dan Novita Reygina di kediaman mempelai, Jl. HR Soebrantas. Pelayanan dan penyampaian nasihat pernikahan di lokasi ini dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Bunguran Timur, Rahmani.

Sementara itu, pada pukul 08.30 WIB, pelayanan akad nikah antara Daffa Rizq Noor Syabani dan Gustia Nanda Erika digelar secara megah di Gedung Sri Serindit. Prosesi sakral serta penyampaian nasihat perkawinan di lokasi kedua ini dihadiri dan disampaikan langsung oleh Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi.

Di masing-masing lokasi, baik Pak Asnawi maupun Pak Rahmani, memberikan penasihatan nikah (khutbah nikah) substantif yang berfokus pada pentingnya menjaga komitmen suci (mitsaqan ghalizhan). Materi yang ditekankan mencakup transformasi peran individu menjadi suami dan istri yang saling melengkapi, pentingnya komunikasi yang sehat, pembagian hak dan kewajiban sesuai syariat, serta kesiapan mental menghadapi dinamika rumah tangga. Pembekalan instan di atas pelaminan ini dinilai vital sebagai benteng awal guna menekan potensi perselisihan di usia awal pernikahan.

Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan bahwa kehadiran langsung unsur pimpinan dan penghulu di tengah majelis akad merupakan wujud pelayanan prima yang akuntabel.

"Momen setelah akad adalah waktu di mana hati kedua pengantin sedang sangat bersih untuk menerima petuah. Oleh karena itu, saya di Gedung Sri Serindit dan Pak Rahmani di Jl. HR Soebrantas berupaya mengoptimalkan momen tersebut agar materi nasihat nikah yang disampaikan benar-benar menyentuh aspek riil berumah tangga. Kami ingin memastikan kedua pasangan yang sah pagi ini pulang membawa modal ilmu yang cukup untuk menata masa depan mereka," tegas Asnawi.

Melalui standardisasi pelayanan yang sarat akan nilai edukasi dan bimbingan spiritual ini, KUA Bunguran Timur terus membuktikan eksistensinya sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang andal dalam mencetak keluarga-keluarga baru yang kokoh, harmonis, dan berkualitas di Kabupaten Natuna.