KUA Bunguran Timur (Humas) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus berkomitmen memberantas buta aksara Al-Qur'an melalui layanan pendampingan langsung di tengah masyarakat. Pada Sabtu dan Minggu (10-11/4), Penyuluh Agama Islam KUA Bunguran Timur, Hj. Kholijah Manurung, hadir memimpin bimbingan keagamaan di Pengajian Al Husna.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini dipusatkan di Sihotang, Kelurahan Batu Hitam. Kehadiran penyuluh dalam agenda ini merupakan wujud nyata dedikasi KUA dalam memberikan pelayanan bimbingan masyarakat Islam yang menyentuh aspek pendidikan dasar keagamaan bagi warga setempat.


Dalam sesi pengajaran tersebut, Kholijah Manurung memberikan materi mendalam mengenai Hukum Tajwid, yang meliputi kaidah makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) serta hukum bacaan nun mati dan tanwin. Fokus materi ini bertujuan agar para jamaah mampu membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan tartil dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid yang benar.

Selain penyampaian materi secara klasikal, kegiatan ini juga diisi dengan metode Sima'an, di mana penyuluh menyimak secara saksama bacaan masing-masing jamaah untuk memberikan koreksi langsung secara personal. "Mempelajari Al-Qur'an adalah proses belajar sepanjang hayat. Melalui perbaikan tajwid dan praktik sima'an ini, kita berupaya agar setiap huruf yang kita baca memiliki kualitas ibadah yang sempurna di hadapan Allah SWT," ujar Kholijah di sela-sela kegiatannya.

Pendampingan selama dua hari di Pengajian Al Husna ini merupakan manifestasi dari fungsi Layanan Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam yang dikelola oleh KUA Bunguran Timur. KUA memandang bahwa kehadiran negara di tengah kelompok pengajian sangat penting untuk menjaga kualitas literasi Al-Qur'an masyarakat.

"Pelayanan publik KUA tidak terbatas pada urusan administratif formal di kantor, tetapi juga hadir sebagai mentor spiritual di akar rumput. Dengan terjun langsung ke wilayah Sihotang ini, kami memastikan bahwa fungsi edukasi agama berjalan secara inklusif, membimbing jamaah langkah demi langkah agar tercipta masyarakat yang literat Al-Qur'an serta memiliki dasar pemahaman agama yang kokoh," pungkasnya.