KUA Bunguran Timur (Humas) – Penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan pemahaman literasi hukum perkawinan terus menjadi prioritas utama jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur. Pada Selasa (01/09/2026), Balai Nikah KUA Bunguran Timur memfasilitasi kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri yang diikuti secara tatap muka oleh enam pasang calon pengantin (catin) yang telah mendaftarkan rencana pernikahannya.

Sesi pembekalan pranikah ini dirancang secara komprehensif guna membekali calon pengantin dengan fondasi mental, spiritual, dan keterampilan mengelola kehidupan berumah tangga. Fasilitator KUA Bunguran Timur membedah pilar-pilar keluarga sakinah sebagai pedoman dasar, yang menegaskan bahwa ikatan pernikahan berakar pada prinsip saling memuliakan (mu'asyarah bil ma'ruf), musyawarah dalam setiap keputusan, serta komitmen menjaga keutuhan ikatan suci (mitsaqan ghalizha). Pasangan juga dibekali materi mitigasi konflik rumah tangga, yakni kiat mengidentifikasi potensi pemicu perselisihan sejak dini, mengendalikan emosi secara sehat, menghindari kekerasan dalam rumah tangga, dan memprioritaskan komunikasi dua arah dengan kepala dingin tanpa saling menjatuhkan martabat pasangan.

Selain pemetaan masalah, fasilitator menguraikan pembagian peran dan tanggung jawab suami-istri secara berkeadilan, mulai dari pemenuhan nafkah lahir-batin yang halal, pembagian tugas pengelolaan urusan domestik, hingga persiapan mendidik keturunan. Melengkapi wawasan teoritis tersebut, kegiatan ditutup dengan bimbingan dan simulasi ijab kabul secara langsung, di mana para calon mempelai pria dilatih melafalkan ikrar akad secara tartil, fasih, dan memahami makna hukum serta konsekuensi spiritual yang melekat di dalamnya.

Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Bunguran Timur, Asnawi, menyampaikan pesan pembinaan kepada para peserta bimbingan.

"Bimbingan perkawinan ini merupakan bekal fundamental agar calon pengantin tidak gamang menghadapi fase baru kehidupan. Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan secara administratif, melainkan amanah besar yang membutuhkan kesiapan mental, pemahaman hak-kewajiban, serta kedewasaan dalam mengurai persoalan. Kami berharap enam pasang catin ini mampu mengamalkan materi yang didapat sehingga kelak terbangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, dan berdaya tahan kuat di tengah masyarakat," tutur Asnawi.

Kegiatan bimbingan pranikah yang berlangsung interaktif tersebut berjalan lancar dan tertib, diakhiri dengan evaluasi pemahaman materi serta doa bersama demi kelancaran hari ijab kabul masing-masing pasangan.