KUA Bunguran Timur (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunguran Timur terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pembekalan pranikah yang aplikatif dan terarah. Di sela-sela padatnya agenda pelayanan pada Jumat (21/08/2026), Balai Nikah KUA Bunguran Timur memfasilitasi pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi sepasang calon pengantin (catin) yang dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada akhir Agustus 2026 mendatang.
Sesi bimbingan yang berlangsung mulai pukul 09.15 hingga 10.00 WIB tersebut dirancang secara tatap muka dan fokus pada tiga pilar materi utama: pembagian peran dan tanggung jawab dalam keluarga, kiat mewujudkan keluarga sakinah, serta bimbingan teknis prosesi ijab qabul.
Pada materi pertama dan kedua, fasilitator KUA menguraikan bahwa keharmonisan rumah tangga berakar dari kesadaran menjalankan peran masing-masing, di mana suami memahami posisinya sebagai pelindung sekaligus pemberi nafkah lahir-batin, dan istri menjalankan peran saling melengkapi dengan penuh rasa hormat. Pasangan catin juga dibekali kiat-kiat praktis menjaga suasana sakinah, mawaddah, wa rahmah, seperti merawat komunikasi dua arah, menjaga keterbukaan, serta mengedepankan musyawarah saat menghadapi ujian rumah tangga.
Memasuki materi penutup, fasilitator memberikan simulasi dan panduan tata cara ijab qabul. Sesi ini diberikan guna memantapkan kesiapan mental calon pengantin pria dalam melafalkan ikrar suci, memahami rukun dan syarat sah nikah secara syar'i, serta menghayati kesakralan kalimat akad sebagai perjanjian yang kokoh (mitsaqan ghalizha).
Secara terpisah, Kepala KUA Bunguran Timur, Asnawi, menegaskan pentingnya bimbingan terpadu tersebut bagi calon pengantin.
"Bimbingan perkawinan ini merupakan langkah preventif kami untuk memastikan calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, melainkan juga matang secara mental, spiritual, dan teknis saat hari akad tiba. Kami berharap sepasang catin yang mengikuti pembekalan pagi ini dapat memahami peran tanggung jawabnya serta menerapkan kiat keluarga sakinah dalam kehidupan sehari-hari," tutur Asnawi.
Kegiatan bimbingan perkawinan mandiri tersebut ditutup dengan sesi konsultasi singkat dan doa bersama untuk kelancaran hari pernikahan yang akan datang.