KUA Bunguran Barat (HUMAS) --- Mewujudkan keluarga yang harmonis dimulai jauh sebelum akad nikah dilangsungkan. Berangkat dari semangat tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Bunguran Barat pada Senin (13/7).
Kegiatan
diikuti oleh sepasang calon pengantin asal Pian Tengah, Erpendi dan Juwita,
yang mendapatkan pembekalan dari tiga fasilitator Bimbingan Perkawinan KUA
Bunguran Barat, yakni Hariswati Rachmadani Putri, Harjono, dan Aris Munandar.
Seluruh materi disampaikan mengacu pada silabus Bimbingan Perkawinan
Kementerian Agama dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif sesuai
realitas kehidupan rumah tangga.
Dalam
pelaksanaannya, calon pengantin memperoleh pembekalan mengenai pentingnya
komunikasi yang sehat antara suami dan istri, strategi menyelesaikan konflik
secara bijaksana, pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga
persiapan menjadi orang tua yang mampu menghadirkan lingkungan terbaik bagi
tumbuh kembang anak.
Fasilitator
Bimbingan Perkawinan, Hariswati Rachmadani Putri, menjelaskan bahwa kesiapan
menikah tidak hanya diukur dari kesiapan menyelenggarakan akad, tetapi juga
dari kesiapan menjalankan kehidupan setelah pernikahan.
"Pernikahan
adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ilmu, komitmen, dan kerja sama.
Melalui Bimbingan Perkawinan, kami ingin membekali calon pengantin agar mampu
membangun komunikasi yang sehat, mengelola perbedaan dengan bijaksana, serta
menghadirkan keluarga yang saling menguatkan dalam setiap fase kehidupan,"
jelasnya.
Pada
sesi berikutnya, Harjono membahas pentingnya manajemen keuangan keluarga
sebagai salah satu pilar ketahanan rumah tangga. Calon pengantin diajak
memahami cara menyusun prioritas kebutuhan, mengelola pendapatan secara
bijaksana, serta membangun kebiasaan bermusyawarah dalam setiap keputusan
ekonomi keluarga.
Sementara
itu, Aris Munandar menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun keluarga
sebagai fondasi lahirnya generasi yang berkualitas. Menurutnya, pendidikan
karakter dan nilai-nilai agama harus dimulai dari lingkungan keluarga karena
orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Kepala
KUA Bunguran Barat, Dela Pulda, mengatakan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan
salah satu langkah preventif Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan
keluarga dan menekan berbagai persoalan rumah tangga di kemudian hari.
"Melalui
Bimbingan Perkawinan Mandiri, calon pengantin dibekali pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Kami
berharap setiap pasangan tidak hanya siap melangsungkan akad nikah, tetapi juga
siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta melahirkan
generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas," ujarnya.
Kegiatan
berlangsung dengan penuh antusias. Peserta mengikuti setiap sesi pembelajaran
secara aktif dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi
pasangan suami istri dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan yang
dilakukan secara berkelanjutan, KUA Bunguran Barat terus menegaskan komitmennya
sebagai pusat layanan dan pembinaan keluarga yang mendukung terwujudnya
keluarga tangguh sebagai fondasi pembangunan masyarakat.